Skip to content

Albert Frederik Aalbers

August 4, 2013

Image

Albert Frederik Aalbers yang lahir di Rotterdam13 Desember 1897 adalah seorang arsitek Belanda, yang aktif berkarya di Belanda dan Hindia-Belanda.

Sejak tinggal di Hindia-Belanda dari tahun 1928, ia sukses sebagai arsitek. Bersama dengan Henri Maclaine Pont dan Charles P. Wolff Schoemaker (Aalbers memulai kariernya dari biro arsitektur milik Schoemaker), ia termasuk dalam 3 arsitek besar di Hindia-Belanda. Karya-karyanya berupa vila, hotel, teater, dan bangunan kantor yang elegan dan modern di Bandung yang dibangun setelah tahun 1930 memancarkan aura kontemporer. Sebagai teknisi inovatif, ia berusaha mencari solusi masalah teknis secara tak ortodoks dan awalnya bereksperimen dengan bangunan sistem. Ia memasukkan unsur Indonesia asli ke dalam karya-karyanya dan ia terilhami oleh Frank Lloyd Wright.

Image

Salah satu karya terkenalnya di Bandung adalah gedung Bank DENIS (sekarang Bank Jabar Banten) yang dibangun tahun 1936 serta Hotel Savoy Homann yang dibangun pada tahun 1940, yang diilhami dari garis arus samudera. Pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mendaftarkan bangunan-bangunan ini ke Situs Warisan Dunia UNESCO. Kulit luar bangunan-bangunan tersebut dilestarikan dengan baik, sementara bagian dalamnya dimodifikasi dan dimodernisasi serta tetap berfungsi sama.

Perang Dunia II mengakhiri kesuksesan Aalbers sebagai arsitek. Setelah perang berakhir, ia kembali ke Belanda dan cukup sukses meskipun tidak terkenal. Masa-masa pendudukan Jepang telah banyak memengaruhi kesehatannya dan ia meninggal 18 tahun setelah kembali ke Belanda.

 Image

Gedung DENIS

Gedung DENIS yang terletak di Bragaweg (Jl.Braga) bagian selatan dibangun antara tahun 1935-1936 dengan gaya arsitektur Modernism (Streamline Art Deco) karya arsitek A.F. Aalbers dan Rijk de Wall.

Gedung Denis yang berlantai 3 memiliki bentuk bangunan yang langka dan unik dan merupakan ciri khas arsitek Aalbers. Unsur horisontal pada fasad yang plastis merupakan tirai penahan sinar matahari yang diinspirasi dari sistem “brise-soleil” karya arsitek ternama Le Corbusier. Terdapat menara yang menjulang tinggi yang diletakan pada sudut perpotongan bidang bangunan. Di dalam menara terdapat lift. Bangunan lain berciri khas arsitek Aalbers yang mirip adalah Hotel Savoy Homann, Tiga villa di Dago « Tiga Lokomotif » dan masih banyak yang bisa kita temui di kota Bandung.

DENIS adalah singkatan dari De Erste Nederlandsche Indische Spaarkas en Hypotheekbank.DENIS adalah bank simpanan dan hipotek pertama yang didirikan di Hindia Belanda (Nederlands Indie) yang juga bergerak dibidang asuransi dengan anak perusahaannya bernama DENIS Insurance Co. Gedung DENIS dari sejak dahulu sampai sekarang setia kepada fungsinya, yaitu merupakan gedung lembaga keuangan. Gedung ini diambil alih Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat pada tahun 1960-an dan sekarang menjadi Bank Jawa Barat-BJB.

sumber:

http://historicalofbuilding.blogspot.com

Museum Bank Indonesia

April 2, 2013

Image

Museum Bank Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara 3 Jakarta Barat, berada di sebelah Museum Bank Mandiri. Keberadaan Museum Bank Indonesia dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang peran Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia .

Sejarah Museum Bank Indonesia dilandasi keinginan pihak Bank Indonesia memberikan pengetahuan yang memadai kepada masyarakat tentang peran Bank Indonesia  bagi bangsa Indonesia dan dukungan terhadap pemerintah DKI Jakarta dalam pengembangan kawasan kota tua menjadi daerah tujuan wisata, yang mana Bank Indonesia memiliki bangunan yang terletak pada kawasan kota tua dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gagasan lainnya yang mengilhami berdirinya Museum Bank Indonesia adalah museum bank sentral negara – negara di dunia.

Sejarah Gedung Museum Bank Indonesia merupakan bekas rumah sakit bernama Binnen Hospital. De Javasche Bank (DJB) menggunakan gedung sejak tanggal 08 April 1828. Tahun 1910, De Javasche Bank (DJB) membangun kembali gedung dengan lima tahap pembangunan yang perancangan bangunan dilakukan oleh Biro Arsitek Ed. Cuypers & Hulswit yang kemudian berubah menjadi Architecten & Ingenieursbureau Fermont-Cuypers. Bangunan ini bergaya neo-klasikal yang dapat dilihat dari:

  • Bentuk yang simetris
  • Tiang tinggi kolom yang menjulang sampai atap bangunan

 Image

  • Pedimen segitiga

 Image

  • Atap berkubah

 

Museum Bank Mandiri, namun terlihat lebih anggun, lebih bersih dan bercita rasa tinggi di dalam gedungnya khas klasik simetris dengan muka utama dan dua sayap yang mengapit. Arsitektur bangunan mendekati prinsip-prinsip klasik modern. Gedung-gedung neoklasik memiliki banyak (meskipun tidak selalu semua) fitur atau cirri-ciri ini:

Bank Indonesia berasal dari NV. De lavasche Bank, sebuah bank swasta Belanda yang mendapat hak octuvi untuk bertindak sebagai bank sentral dan disirkulasi di Hindia Belanda (tahun 1928). Dengan UU Pokok Bank Indonesia yang mulai berlaku 1 Juli 1953, NV. De Javasche Bank diganti dengan “Bank Indonesia” dan seluruh saham-sahamnya menjadi milik Pemerintah Republik Indonesia.

Tahun 1910 pembangunan tahap pertama dimulai dan selesai pada tahun 1912, bangunan gedung bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang terletak di sepanjang jalan Binneninieuwpoorstraat atau sekarang dikenal dengan Jalan Pintu Besar Utara.

Tahun 1922 pembangunan tahap kedua dimulai dengan menambah beberapa ruangan baru seperti rumah penjaga gedung (concierge), ruang simpan barang berharga (kluis), ruang pertemuan besar (ruang hijau), ruang arsip, garasi, dan ruangan lainnya.

Tahun 1924 pembangunan tahap ketiga dilakukan. Pembangunan tahap ketiga merupakan perluasan dari tahap sebelumnya dengan membangun sebuah unit di bagian belakang sepanjang Kali Besar menggantikan bangunan tua bekas rumah sakit. Dibuat juga bangunan di sepanjang Javabankstraat atau sekarang dikenal dengan jalan Bank, yang bertemu dengan bangunan tahap pertama di sisi utara. Bangunan yang baru dibangun ini memiliki kaca patri, dengan ragam hias berupa komoditas perdagangan pada masa Hindia Belanda dan dewa-dewi Yunani yang indah.

Tahun 1933 pembangunan tahap keempat dilaksanakan memenuhi kebutuhan ruang hasanah yang lebih luas dan ruang efek-efek. Dalam pembangunan tahap keempat, Biro Arsitek Fermont-Cuypers mendesain beberapa unit tambahan yaitu beberapa kluis baru yang ditempatkan pada perpanjangan bangunan di sisi Binneninieuwpoorstraat (Jalan Pintu Besar Utara). Pembanguan termasuk renovasi yang dilakukan pada bagian depan disisi jalan yang sama dengan gaya yang lebih sederhana.

Tahun 1935 pembangunan tahap kelima dilakukan dan diresmikan pada tanggal 12 Juni 1937. Tujuan pembangunan tahap kelima untuk memodernisasi arsitektur pembangunan tahap – tahap sebelumnya. Perubahan yang dilakukan diantaranya menggantikan dua pintu gerbang sebelumnya menjadi satu pintu untuk keluar-masuk. Perubahan yang lainnya seperti menghilangkan kubah yang sebelumnya menghiasi atap gedung bangunan. Setelah pembangunan ini, tidak banyak lagi perubahan yang dilakukan terhadap gedung.

Koleksi Museum Bank Indonesia terdiri dari koleksi uang – uang logam dan kertas. koleksi film seperti pengerahan dana masyarakat 1953 – 1959, nasionalisasi bank-bank Belanda, pengedaran uang 1953 – 1959, penyelenggaraan kliring hingga 1959, dewan moneter menurut UU No. 11/1953, sistem kebijakan devisa 1953 – 1959. koleksi benda perbankan seperti mesin hitung Ontel REMINGTON 77, mesin tik ROYAL, khazanah harian LIPS, lemari brankas LIPS, ruang brankas (pintu besi) arsek, mesin PTTB tanda bintang RUHAAK, ukiran kayu dengan pepatah Belanda, alat pelubang kupon/deviden, timbangan emas, dan loleksi lainnya.

Adapun fasilitas museum Bank Indonesia seperti ruang penitipan barang, pusat informasi tentang Bank Indonesia, ruang auditorium, kios buku dan cenderamata, banking expo, ruang serbaguna, café museum, fine Dining restaurant, perpustakaan, ruang ibadah (Masjid).

 

Sumber:

http://thearoengbinangproject.com

http://www.jakarta.go.id

http://jakartaoke.blogspot.com

Kritik Deskriptif

February 11, 2013

Kritik Deskriptif

     Bersifat tidak menilai, tidak menafsirkan, semata-mata membantu orang melihat apa yang sesungguhnya ada.  Kritik ini berusaha mencirikan fakta-fakta yang menyangkut sesuatu lingkungan tertentu. Dibanding metode kritik lain descriptive criticism tampak lebih nyata(factual)

  • Deskriptif mencatat fakta-fakta pengalaman seseorang terhadap bangunan atau kota
  • Lebih bertujuan pada kenyataan bahwa jika kita tahu apa yang sesungguhnya suatu kejadian dan proses kejadiannya maka kita dapat lebih memahami makna bangunan.
  • Lebih dipahami sebagai sebuah landasan untuk memahami bangunan melalui berbagai unsur bentuk yang ditampilkannya
  • Tidak dipandang sebagai bentuk to judge atau to interprete. Tetapi sekadar metode untuk melihat bangunan sebagaimana apa adanya dan apa yang terjadi di dalamnya.
    • Jenis Metode Kritik Deskriptif
  1. Depictive Criticism (Gambaran bangunan)
  • Static (Secara Grafis)
    Depictive criticism dalam aspek static memfokuskan perhatian pada elemen-elemen bentuk (form), bahan (materials) dan permukaan (texture).
  • Dynamic (Secara Verbal)
    Tidak seperti aspek statis, aspek dinamis depictive mencoba melihat bagaimana bangunan digunakan bukan dari apa bangunan di buat.
    Aspek dinamis mengkritisi bangunan melalui : Bagaimana manusia bergerak melalui ruang-ruang sebuah bangunan? Apa yang terjadi disana? Pengalaman apa yang telah dihasilkan dari sebuah lingkungan fisik?
  1. Process (Secara Prosedural)
    Merupakan satu bentuk depictive criticism yang menginformasikan kepada kita tentang proses bagaimana sebab-sebab lingkungan fisik terjadi seperti itu.
  • Biographical Criticism (Riwayat Hidup)
  • Contextual Criticism ( Persitiwa)

Contoh Deskriptif Biographical Criticism

Taman Akuarium Air Tawar didirikan pada tahun 1992, namun baru diresmikan pada tanggal 20 April 1994. Menurut sejarahnya, rencana pendirian taman akuarium sebenarnya telah digagas dan diidamkan semenjak lama oleh para anggota Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI). Pimpinan PIHI pada saat itu menyampaikan rencana pendirian sebuah taman akuarium kepada Ibu Tien Soeharto. Gayung pun bersambut, rencana ini akhirnya disetujui oleh Ibu Negara. Setelah melalui koordinasi yang matang, maka dibentuklah sebuah kepanitiaan untuk merealisasikan rencana pembangunan taman akuarium yang menyajikan simulasi dan replika ekosistem dari lahan basah asli sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan konservasi alam.

Bangunan yang didominasi warna hijau ini terdiri atas dua lantai seluas 5.500m2. Dibangun di atas danau buatan bersisian dengan Taman Bunga Keong Emas dan Museum Serangga & Taman Kupu.. Akuarium ini juga merupakan salah satu bangunan kebanggaan bangsa ini yang dibangun di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Taman Akuarium Air Tawar memiliki sekitar 70 akuarium yang berisi pelbagai biota air tawar dari seluruh Indonesia. Di akuarium ini keindahan alam berupa tebing, potongan bukit, tanaman bonsai, gemericik air, tanaman air, dan lenggok ikan yang sedang berenang ditampilkan secara memikat dan memesona. Jenis-jenis ikan yang ditampilkan dalam akuarium ini antara lain ikan siluk merah atau keleso atau kayangan (malayan bonytongue) dari Kalimantan, ikan siluk (sclerophages leichardti) dari Papua, ikan pari hiu gergaji (oristis microdon) dari Sungai Mahakam, Kalimantan, ikan selurus maninjau (homaloptera gymnosgaster) dari Kalimantan, ikan wader goa (puntius microps) dari Jawa Tengah, dan ikan lopis jawa (notopterus notopterus) dari Jambi. Di akuarium ini juga terdapat ikan raksasa asli Indonesia, bernama ikan tapah.

Image

Image

Image

http://www.indonesiawonder.com/id/tour/gereja/taman-akuarium-air-tawar

http://thearoengbinangproject.com/wisata/taman-mini-indonesia-indah/

http://www.metrorealitaonline.com/2011/03/akuarium-air-tawar-tmii-banyak.html  

http://www.google.com/meja-kotak.blogspot.com

GRAND PALACE

April 11, 2012

Image

Grand Palace Bangkok adalah istana raja yang memiliki pemandangan yang paling indah di kota Bangkok. Istana ini dibangun sejak tahun 1782 dan selama 150 tahun berfungsi sebagai rumah raja Thailand, pengadilan dan kantor administrasi pemerintahan. Arsitektur istana ini sangat indah dengan detail rumit yang memberikan kesan Thailand mempunyai selera yang tinggi terhadap seni. Di dalam istana terdapat sejumlah bangunan yang sangat mengesankan,salah satunya adalah Wat Phra Kaew (Temple of the Emerald Buddha) yang merupakan kompleks yang paling mempesona.

Image

Pada awalnya istana ini berfungsi sebagai kediaman raja-raja Thailand dari abad 18 dst. Bangunan ini bertentangan dengan namanya Sang Buddha Emerald sebenarnya diukir dari batu giok dan hanya duduk 70cm tinggi. Meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Wat Pho, Kuil Reclining Buddha, adalah kuil Thailand paling suci, dikunjungi oleh ratusan penduduk setempat dan wisatawan setiap hari.

The spiral emas berkilauan dan hiasan cermin bertatahkan patung bahkan pintu masuk candi trekker yang paling veteran. Grand Palace adalah daya tarik wisata terbesar di Bangkok. Dibangun pada tahun 1782 oleh Raja Rama I, ia memerintahkan Grand Palace dibangun kembali dari lokasi aslinya di Thonburi di sisi barat sungai Chao Phraya, ke sisi Timur, perumahan monumen, biara, kantor pelayanan dan tempat tinggalnya.

Dibangun dalam gaya arsitektur klasik Thailand, Grand Palace dan sekitarnya monumen menawarkan pemandangan tidak sering dinikmati di budaya Barat, salah satu mural mewah, terampil menghiasi fitur, dan pesona megah. The palet memikat kaya dan patung-patung menarik yang mengarahkan Anda dari gerbang utama ke Wat Phra Kaew, gerombolan memukau pengunjung dengan jumlah setiap detail elemen dimiliki individu. Grand Palace merupakan objek pemujaan nasional, semua pengunjung akan diminta untuk berpakaian sopan, tidak ada celana pendek dan tidak ada bahu telanjang. Jika mengenakan pakaian yang tidak tepat dapat menyewa beberapa celana atau puncak dari gerbang depan, dan setelah mengembalikan pakaian akan menerima deposit kembali. Beberapa buku dan situs lainnya melebih-lebihkan aturan di sekitar ini, menyatakan tidak ada kaki telanjang, dan bahwa sebagai jangka waktu sewa pakaian harus meninggalkan kartu kredit Anda atau paspor dengan kantor, ini tidak benar.

Kompleks Grand Palace buka setiap hari dari jam 8:30 – 3:30 pm, dan biaya 300 baht. Pembelian tiket ini juga memberikan masuk ke Mansion Vimanmek, yang merupakan underwhelming sedikit, tetapi jika memiliki waktu dan seperti pelajaran sejarah berombak bahasa Inggris dalam bentuk pernak-pernik, maka ini berhati-hatilah untuk tidak jatuh untuk penipuan oleh masyarakat lokal baik dalam transportasi dan ketika mereka mencoba membujuk untuk candi lain, dengan mengatakan bahwa Grand Palace ditutup. Mereka melakukan ini untuk uang dan secara umum akhirnya membawa ke tepi kota membuat banyak berhenti di toko permata atau penjahit.

 

SUMBER:

http://www.raihanrn.com/2012/02/wisata-kerajaan-di-dunia.html

http://id.thecircumference.org/grand-palace

http://shoppingandnews.com/new/detail/19/2011/05/27/tempattempat_asik_di_thailand_bangkok_part2

http://en.wikipedia.org/wiki/Wat_Phra_Kaew

Thailand, Eksotik dan Unik

April 11, 2012

Image

Banyak orang yang menyebut negara ini sebagai Negeri Seribu Pagoda. Ada pula yang menyebut sebagai Negeri Gajah Putih. Bandara Suvarnabhumi dipenuhi dengan patung dewa-dewi yang dikenal bangsa Thailand. Bentuk bandaranya juga unik karena disepanjang jalan, tuk-tuk (mirip bajaj), pedagang makanan bakar, dan juga warna-warni bendera menghiasi sudut-sudut jalan.

Image

Jalan-jalan di Bangkok umumnya ramai, namun tidak semacet Jakarta. Taman kota terbangun dengan baik dan dapat dinikmati oleh warga sepanjang hari. Pedagang kali lima membanjiri sudut kota, bahkan mungkin lebih padat dibanding Jakarta. Inilah pelajaran yang paling penting dari Bangkok : mengelola informalitas. Di Bangkok, pedagang kaki lima terdapat di berbagai sudut kota. Pedagang kaki lima tidak digusur, akan tetapi dipelihara, dan kebersihan serta ketertiban tetap terjaga. Suasana Bangkok di beberapa sudut lebih mirip kota Yogyakarta, atau Malioboro ramah dan hangat.

Image

Satu hal yang unik dari Bangkok adalah pasarnya yang ramai dan sibuk. Pasar tradisional dipelihara dan diremajakan. MBK, Chatuchak, Siam Paragon, dan Patpong adalah favorit saya. Bukan untuk belanja banyak barang, tetapi sekadar melongok kehidupan yang berbeda dan pikuk. Di Bangkok, pasar tetap buka sampai malam. Mungkin karena perekonomian Bangkok mengandalkan sektor pariwisata, maka pasar malam pun ramai.

Bangkok identik dengan kehidupan malam, dan yang membedakan Thailand dengan beberapa negara Asia lain, adalah penerimaan warga Bangkok terhadap budaya asing. Di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Indonesia, Vietnam, atau Malaysia, terdapat resistensi budaya yang cukup dari masyarakat asli. Tapi, di Bangkok, semua mengalir seperti air sungai. Budaya asli dan budaya Barat hidup berdampingan. Tetapi, ruang untuk tergusurnya budaya asli tidak terlalu dikhawatirkan, salah satunya karena peran kerajaan masih sangat kuat. Dan rakyat Thailand patuh pada Raja. Sehingga, meskipun rakyat Thailand mengikuti budaya Barat, kerajaan masih secara rutin menjejakkan berbagai kebudayaan asli. Pride masyarakat Thailand terhadap negaranya terbentuk melalui kebiasaan kerajaan mengagungkan kebudayaan Thai. Berbeda dengan Vietnam, salah satu destinasi turis di Asia Tenggara, budaya asli dan nasionalisme dijejakkan setinggi langit. Terdapat penolakan-penolakan terhadap budaya Barat secara halus di Vietnam, walau mereka masih bisa menerima turis-turis asing.

Sekitar 200 kilometer di selatan kota Bangkok, di kota Cha-am ada kota pantai yang masuk dalam wilayah Hua Hin. Di kota ini, Thailand nampak seperti surga liburan dengan pantai pasir putih sejauh mata memandang. Cha-am sangat senyap dan tenang. Ini yang saya kagum dari Thailand. Pariwisatanya sangat berkembang, hotelnya murah, sarana dan prasarana memadai.

SUMBER:

http://travel.okezone.com/read/2012/01/16/409/557679/delapan-destinasi-bulan-madu-eksotis-i

Thailand, Eksotik dan Unik

April 11, 2012

Image

Banyak orang yang menyebut negara ini sebagai Negeri Seribu Pagoda. Ada pula yang menyebut sebagai Negeri Gajah Putih. Bandara Suvarnabhumi dipenuhi dengan patung dewa-dewi yang dikenal bangsa Thailand. Bentuk bandaranya juga unik karena disepanjang jalan, tuk-tuk (mirip bajaj), pedagang makanan bakar, dan juga warna-warni bendera menghiasi sudut-sudut jalan.

Image

Jalan-jalan di Bangkok umumnya ramai, namun tidak semacet Jakarta. Taman kota terbangun dengan baik dan dapat dinikmati oleh warga sepanjang hari. Pedagang kali lima membanjiri sudut kota, bahkan mungkin lebih padat dibanding Jakarta. Inilah pelajaran yang paling penting dari Bangkok : mengelola informalitas. Di Bangkok, pedagang kaki lima terdapat di berbagai sudut kota. Pedagang kaki lima tidak digusur, akan tetapi dipelihara, dan kebersihan serta ketertiban tetap terjaga. Suasana Bangkok di beberapa sudut lebih mirip kota Yogyakarta, atau Malioboro ramah dan hangat.

Image

Satu hal yang unik dari Bangkok adalah pasarnya yang ramai dan sibuk. Pasar tradisional dipelihara dan diremajakan. MBK, Chatuchak, Siam Paragon, dan Patpong adalah favorit saya. Bukan untuk belanja banyak barang, tetapi sekadar melongok kehidupan yang berbeda dan pikuk. Di Bangkok, pasar tetap buka sampai malam. Mungkin karena perekonomian Bangkok mengandalkan sektor pariwisata, maka pasar malam pun ramai.

Bangkok identik dengan kehidupan malam, dan yang membedakan Thailand dengan beberapa negara Asia lain, adalah penerimaan warga Bangkok terhadap budaya asing. Di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Indonesia, Vietnam, atau Malaysia, terdapat resistensi budaya yang cukup dari masyarakat asli. Tapi, di Bangkok, semua mengalir seperti air sungai. Budaya asli dan budaya Barat hidup berdampingan. Tetapi, ruang untuk tergusurnya budaya asli tidak terlalu dikhawatirkan, salah satunya karena peran kerajaan masih sangat kuat. Dan rakyat Thailand patuh pada Raja. Sehingga, meskipun rakyat Thailand mengikuti budaya Barat, kerajaan masih secara rutin menjejakkan berbagai kebudayaan asli. Pride masyarakat Thailand terhadap negaranya terbentuk melalui kebiasaan kerajaan mengagungkan kebudayaan Thai. Berbeda dengan Vietnam, salah satu destinasi turis di Asia Tenggara, budaya asli dan nasionalisme dijejakkan setinggi langit. Terdapat penolakan-penolakan terhadap budaya Barat secara halus di Vietnam, walau mereka masih bisa menerima turis-turis asing.

Sekitar 200 kilometer di selatan kota Bangkok, di kota Cha-am ada kota pantai yang masuk dalam wilayah Hua Hin. Di kota ini, Thailand nampak seperti surga liburan dengan pantai pasir putih sejauh mata memandang. Cha-am sangat senyap dan tenang. Ini yang saya kagum dari Thailand. Pariwisatanya sangat berkembang, hotelnya murah, sarana dan prasarana memadai.

SUMBER:

http://travel.okezone.com/read/2012/01/16/409/557679/delapan-destinasi-bulan-madu-eksotis-i

AMDAL INDUSTRI DAN PENEGAKAN HUKUM

November 27, 2011

AMDAL INDUSTRI DAN PENEGAKAN HUKUM

AMDAL Industri adalah  undang-undang maupun peraturan yang berkaitan dengan lingkungan hidup menerapkan filter yang ketat untuk setiap kegiatan atau usaha yang memperburuk kondisi lingkungan.

Kawasan industri banyak menghasilkan limbah buagan yang beracun. Bila limbah ini dibuang tanpa diolah terlebih dahulu maka berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Agar dapat izin untuk beroprasi maka kawasan industri harus memenuhi syarat-syarat yang berlaku, salah satunya adalah kewajiban untuk melakukan studi AMDAL.

AMDAL yang diperuntukkan untuk satu rencana kegiatan pembangunan yang berlokasi dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan menyangkut kewenangan satu instansi.

Sesuai PP No.27 tahun 1999, AMDAL merupak kajian mengenai dampak besar dan penting pada lingkungan hidup, yang dibuat pada tahap perencanaan dan digunakan untuk pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan suatu usaha dan atau kegiatan.

Adapun yang akan dikaji ketika melakukan proses AMDAL adalah aspek fisik-kimia, sosial-budaya sosial-ekonomi, ekollogi dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha atau kegiatan.

Studi AMDAL bagian dari studi kelayakan suatu usaha atau kegiatan sekalligus menjadi syarat keluar tidaknya ijin usaha. Hal ini dimaksudkan agar para pengambil keputusan yang akan mengeluarkan izin usaha dapat mengawasi pelaksaan AMDAL agar sasaran perlindungan lingkungan hidup yang diharapkan tercapai.

Dengan AMDAL, akan dapat diketahui lebih jelas dampak usaha atau kegiatan yang bersangkutan terhadap lingkungan hidup, baik dampak negatif maupun positifnya, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dapat mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif serta mengembangkan dampak positifnya.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan besar dan pentingnya dampak, antara lain:

  • Potensi jumlah manusia yang mungkin akan terkena dampak
  • Perkiraan luas wilayah penyebaran dampak
  • Perkiraan lama dan intensitas berlangsungnya dampak
  • Jumlah komponen lingkungan hidup yang terkena dampak
  • Sifat kumulatif dampak
  • Berbalik tidaknya dampak

 

PENEGAKAN HUKUM

Pembangunan berwawasan lingkungan tidak boleh hanya menjadi slogan saja, karena itu perlu penegakan hukum setiap pelaku maupun masyarakat yang melanggarnya.

AMDAL salah satu proses penegakan hukum secara administratif selain hukum perdata dan hukum pidana.

Masyarakat dan LSM, Lembaga Legislatif, Akademisi, serta kalangan pengusaha perlu terlibat secara aktif dalam perencanaan, pengelolaan, maupun pengawasan dan evaluasi AMDAL sehingga pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan benar-benar dijalankan.

 

SUMBER:

http://www.anneahira.com/amdal-industri.htm