Skip to content

Thailand, Eksotik dan Unik

April 11, 2012

Image

Banyak orang yang menyebut negara ini sebagai Negeri Seribu Pagoda. Ada pula yang menyebut sebagai Negeri Gajah Putih. Bandara Suvarnabhumi dipenuhi dengan patung dewa-dewi yang dikenal bangsa Thailand. Bentuk bandaranya juga unik karena disepanjang jalan, tuk-tuk (mirip bajaj), pedagang makanan bakar, dan juga warna-warni bendera menghiasi sudut-sudut jalan.

Image

Jalan-jalan di Bangkok umumnya ramai, namun tidak semacet Jakarta. Taman kota terbangun dengan baik dan dapat dinikmati oleh warga sepanjang hari. Pedagang kali lima membanjiri sudut kota, bahkan mungkin lebih padat dibanding Jakarta. Inilah pelajaran yang paling penting dari Bangkok : mengelola informalitas. Di Bangkok, pedagang kaki lima terdapat di berbagai sudut kota. Pedagang kaki lima tidak digusur, akan tetapi dipelihara, dan kebersihan serta ketertiban tetap terjaga. Suasana Bangkok di beberapa sudut lebih mirip kota Yogyakarta, atau Malioboro ramah dan hangat.

Image

Satu hal yang unik dari Bangkok adalah pasarnya yang ramai dan sibuk. Pasar tradisional dipelihara dan diremajakan. MBK, Chatuchak, Siam Paragon, dan Patpong adalah favorit saya. Bukan untuk belanja banyak barang, tetapi sekadar melongok kehidupan yang berbeda dan pikuk. Di Bangkok, pasar tetap buka sampai malam. Mungkin karena perekonomian Bangkok mengandalkan sektor pariwisata, maka pasar malam pun ramai.

Bangkok identik dengan kehidupan malam, dan yang membedakan Thailand dengan beberapa negara Asia lain, adalah penerimaan warga Bangkok terhadap budaya asing. Di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Indonesia, Vietnam, atau Malaysia, terdapat resistensi budaya yang cukup dari masyarakat asli. Tapi, di Bangkok, semua mengalir seperti air sungai. Budaya asli dan budaya Barat hidup berdampingan. Tetapi, ruang untuk tergusurnya budaya asli tidak terlalu dikhawatirkan, salah satunya karena peran kerajaan masih sangat kuat. Dan rakyat Thailand patuh pada Raja. Sehingga, meskipun rakyat Thailand mengikuti budaya Barat, kerajaan masih secara rutin menjejakkan berbagai kebudayaan asli. Pride masyarakat Thailand terhadap negaranya terbentuk melalui kebiasaan kerajaan mengagungkan kebudayaan Thai. Berbeda dengan Vietnam, salah satu destinasi turis di Asia Tenggara, budaya asli dan nasionalisme dijejakkan setinggi langit. Terdapat penolakan-penolakan terhadap budaya Barat secara halus di Vietnam, walau mereka masih bisa menerima turis-turis asing.

Sekitar 200 kilometer di selatan kota Bangkok, di kota Cha-am ada kota pantai yang masuk dalam wilayah Hua Hin. Di kota ini, Thailand nampak seperti surga liburan dengan pantai pasir putih sejauh mata memandang. Cha-am sangat senyap dan tenang. Ini yang saya kagum dari Thailand. Pariwisatanya sangat berkembang, hotelnya murah, sarana dan prasarana memadai.

SUMBER:

http://travel.okezone.com/read/2012/01/16/409/557679/delapan-destinasi-bulan-madu-eksotis-i

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: